BRMP Kepri Gelar Rapat Evaluasi LTT Padi 2025–2026, Fokus Antisipasi Dampak Kemarau
Tanjungpinang - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau menggelar rapat koordinasi evaluasi dan realisasi luas tambah tanam (LTT) padi tahun 2025–2026 secara virtual pada Senin, 30 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dari Ruang Rapat 1 BRMP Kepri ini dipimpin oleh Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi sekaligus Kepala BRMP Kepri, Rudi Hartono, didampingi oleh Penanggung Jawab Kabupaten/Kota, Kelsi serta Katimker Penyuluhan. Koordinasi ini melibatkan 78 penyuluh pertanian Kementerian Pertanian dari seluruh wilayah Kepulauan Riau sebagai peserta.
Rapat diawali dengan pemaparan evaluasi capaian LTT padi tahun 2025 serta perkembangan triwulan pertama 2026 (Januari–Maret). Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa persentase LTT pada tiga bulan terakhir menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi akibat kondisi cuaca. Musim kemarau yang datang lebih awal membuat fokus penanaman bergeser dari padi sawah irigasi menjadi padi lahan kering dan sebagian sawah tadah hujan sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan.
Selain evaluasi, rapat juga membahas proyeksi kesanggupan tanam setiap kabupaten/kota untuk dua bulan ke depan, yakni April dan Mei. Target LTT ditetapkan berdasarkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025 dengan penambahan 20 persen sebagai langkah percepatan peningkatan LTT guna mendukung swasembada pangan nasional. Namun, percepatan tersebut masih menghadapi tantangan utama berupa kondisi cuaca yang tidak menentu dan potensi kemarau berkepanjangan.
Menanggapi kendala di lapangan, Rudi Hartono menegaskan bahwa BRMP Kepri akan meningkatkan pendampingan kepada petani. “Kami akan menyosialisasikan berbagai kiat menghadapi perubahan iklim yang memengaruhi dinamika cuaca di Kepulauan Riau. Pendampingan intensif akan terus dilakukan, baik secara langsung oleh PPL maupun secara daring untuk wilayah dengan keterbatasan akses transportasi,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga disosialisasikan alur Bantuan Pemerintah (Banper) sesuai Permentan Nomor 2 Tahun 2026. Melalui kebijakan ini, penyuluh pertanian kini dapat mengusulkan bantuan langsung ke Kementerian Pertanian melalui BRMP, khususnya untuk mendukung pengelolaan pengairan dalam menghadapi musim kemarau.
BRMP Kepri menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung swasembada pangan melalui percepatan LTT. Kolaborasi antara penyuluh pertanian lapangan dan dinas pertanian daerah dinilai sangat penting guna meningkatkan LTT. Penyuluh juga diimbau lebih teliti dalam penggunaan aplikasi pendampingan agar data yang dilaporkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dengan langkah koordinasi yang lebih intensif dan strategi adaptif terhadap perubahan iklim, diharapkan target LTT padi di Kepulauan Riau dapat tercapai secara optimal.